SURABAYA, KOMPAS.com - Pada kompetisi Perserikatan musim 1987-88, Persebaya Surabaya pernah punya skuad impian. Bintang nasional macam Subangkit, Yongki Kastanya, Budi Johanis, hinga bintang muda seperti Mustaqim bercokol di dalamnya. Tak heran kalau akhirnya mereka menjuarai Perserikatan pada musim tersebut. Sayang, aksi heroik itu harus ternoda dengan skandal "Sepak Bola Gajah".
1927
Rabu, 20 Juli 2011
Profil Persebaya 1927 Surabaya
SEJARAH
Persebaya1927didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung, MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta),turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang di Societeit Hadiprojo Jogjakarta.
Pada1943, SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai Dr Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada 1950, 1951,dan 1952. Pada1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya) dan menjadi salah satu tim raksasa perserikatan.
Tahun lalu, 2010, Persebaya yang dimanajeri Saleh Ismail Mukadar memutuskan gabung ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dan berganti nama menjadi Persebaya 1927. Namun,Persebaya tetap punya tim yang berlagadi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, yang dikenal dengan sebutan Persebaya DU.
Langganan:
Postingan (Atom)