1927

1927

Selasa, 04 Oktober 2011

Saderan, Tjinta Obat Djawa Tidak Besar Kepala

SADERAN
Pemain kesebelasan nasional jang tjinta “obat djawa”- tidak “besar kepala”- Mau bermain dikota2 ketjil manapun djuga - Bekas pemain “tjeker” kota Buaja.
Oleh : Pembantu “Liberal”

34 tahun jang lampau. Di kota Buaja ini. Dirumah keluarga Karnadi. Seorang pensiunan “kompeni”. Lahir seorang machluk laki2. Diberi nama Saderan. Kini tokoh dalam dunia sepakbola. Pemain Persibaja dan PSSI. Tulang-punggung Poris Surabaja.
Sedjak kanak2. Saderan memang gemar bersepakbola. Di lapangan hidjau, dipinggir djalan atau gang. Dan dimanapun djuga. Dengan bal djeruk, tenis atau apa sadja. Asal berbentuk bola.“Okey”, sudah! Untuk bersepakbola seteman.
Sebelum berkenalan dengan sepatu bal. Saderan masuk perkumpulan KVC (Kranggan Voetbal Club). Sebagai kiri-dalam tanpa sepatu. Lebih tegas disebut main “tjeker”.

Rabu, 20 Juli 2011

Liem Tiong Hoo, Legenda Persebaya yang Terlupakan

BeritaUnik.net -Penggemar sepak bola zaman sekarang mungkin tidak mengenal Liem Tiong Hoo alias Hendro Hoediono. Tapi cobalah bertanya kepada oma-opa yang pernah menikmati geliat Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya), bond atawa perserikatan bola kebanggaan arek-arek Suroboyo, pada era 1940-an dan 1950-an.Nama Liem Tiong Hoo, pemain klub Tionghoa (kemudian berganti nama menjadi Naga Kuning dan Suryanaga, Red), sangat terkenal pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Liem benar-benar menjadi idola masyarakat pada masanya. Dia bersama para pemain lain dari sejumlah klub di Surabaya berjasa melambungkan nama Persebaya di pentas bola nasional.